Selasa, 18 April 2017

WAKTU DAN KEHIDUPAN



Bismillaahirrahmaanirrahiim

KARENA dorongan "Al-Qur'an" dan "Sunnah" para ulama kita dahulu sangat ketat dalam memelihara waktu. Dalam sejarah, tercatat "Imam Hasan Al-Bashri" dengan sangat arif dan bijak mengomentari kehidupan para "salafusshalih" dengan tegas ucapannya mengatakan;

 "Aku pernah bertemu dengan kaum yang perhatiannya terhadap "waktu" lebih besar dari pada terhadap harta bendanya." Beliau juga pernah mengatakan; "Manusia itu tak lebih dari gugusan waktu. Setiap kali hilang "waktu" hidupnya, berarti "hilang" pula kesempatannya untuk melakukan amal kebaikan," ucapnya.

PARA ulama pewaris "Nabi" selalu berusaha mengisi setiap detik yang mereka miliki dengan "beribadah" dan beramal shaleh, melakukan kebaikan, dan menebar kebajikan. Mereka akan sangat merasa menyesal bila "waktu" berlalu begitu saja, hanya kumpul makan dan minum, bincang-bincang, sana sini, sepi dari pahala. Bagi mereka "waktu" adalah ibadah. Ini sangat jauh berbeda dengan pandangan para "pengagung" materi yang mengatakan "waktu" adalah "uang" time is money.

KEWAJIBAN menghargai "waktu" digambarkan dalam hadits Nabi "Rasulullah" Shallallahu 'Aalaihi Wa Sallam bersabda; "Pergunakanlah yang lima sebelum datang yang lima. Pertama, waktu sehatmu sebelum datang saat sakitmu. Kedua, waktu senggangmu sebelum datang kesibukanmu. Ketiga, masa mudamu sebelum masa tuamu. Keempat, saat kayamu sebelum jatuh miskinmu. Dan kelima, masa hidupmu sebelum saat kematianmu." (HR. Baihaqi)

ARTINYA disaat sehat, memiliki kelapangan, muda, berharta, dan masih hidup, kita (diri) memiliki "potensi" untuk melakukan yang terbaik. Berbagi, bagi sesama terlebih lagi bagi orang yang kita sayangi, berbuatlah kebahagiaan lebih baik untuknya. Tetapi, manakala salah satu dari lima faktor diatas terganggu, kita akan kehilangan momentum untuk beramal. Sekedar contoh, bila kita sakit, upaya kita mencari nafkah atau bekerja berbuat untuk kemaslahatan "umat" akan terganggu. Bila kita sudah berusia lanjut, tentu kita akan mengalami kesulitan dalam belajar atau menuntut ilmu. Karena itu, lima peluang yang ada hendaknya dipelihara dan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan "amal" ibadah.

KESUKSESAN dunia dan akhirat hanya akan dicapai oleh orang-orang yang menghargai "waktu" dengan menyegerakan segala "kebaikan" yang akan diperbuatnya, tanpa menunda nunda. Karena "waktu" hidup terbatas dan tidak diketahui kapan berakhirnya. Setiap orang harus berbuat berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan "waktu" tanpa menunda perbuatan yang harus dilakukan. Seorang ulama lanjut usia pernah menasehati beberapa pemuda yang masih belia. Beliau berkata;

"Berbuatlah kamu sekalian, sebelum datang saat kamu tidak mampu untuk berbuat. Sebenarnya, saya ingin berbuat pada hari ini, namun saya tidak mampu lagi," ucapnya.

KHALIFAH "Umar bin Abdul Aziz" terkenal dengan kesibukannya yang luar biasa untuk kemajuan bagi kepentingan kesejahteraan umatnya dan mengerjakan "kewajibannya" kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala juga sunnah Nabi-Nya. Beliau menghabiskan waktunya untuk menyelesaikan amanah yang diembannya dan jarang beristirahat, siang malam mengerjakan amal shaleh. Pada suatu hari, seorang sahabat yang merasa iba melihat kesibukan Khalifah berkata;

"Wahai Khalifah, tangguhkanlah penyelesaian ini sampai besok!" ucap sahabat.

Namun dengan tegas Khalifah menjawab; "Masalah satu hari saja sudah membuatku letih. Bagaimanakah masalah dua hari terkumpul menjadi satu ? Bagaimana saya bisa tenang ? Kalau kewajiban tanggung jawab hari ini, akan saya tunda besok ?"

SEORANG pakar ilmu "Ibnu Atta" berkata; "Kewajiban-kewajiban pada tiap-tiap "waktu" mungkin bisa diganti, namun hak-hak dari tiap-tiap "waktu" tidak mungkin diganti. Sesungguhnya, setiap "waktu" yang datang, Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah memberikan kewajiban yang baru kepada dirimu. Bagaimana kamu dapat mengerjakan kewajiban yang lain, padahal "hak" Allah sebelumnya belum kamu laksanakan?"

TEPATLAH pernyataan seorang mujahid dakwah asal Mesir "Hasan Al-Banna" berkata; "Kewajiban yang harus dilakukan, lebih banyak dari "waktu" yang tersedia." Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman;

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapatkan keberuntungan." (Qs. Al Maidah : 35)

Minggu, 16 April 2017

KU DEKAP CINTAKU HINGGA KE SYURGA



Jika Cinta sudah melekàt.
Hati ingin slalu dekat.
Karena Cintaku padamu Lebih Hebat.
Bahkan tak sebanding Emas 24 karat.
Cintaku jauh Lebih Dahsyat.
Karena Jiwa tlah terpikat.
Takkan rela berpisah walau sesaàt.
Meski harus ke Alam Akhirat.
Kan kubawa Cintaku bersama disa'at wafat. Menembus Ujian Berat.
Setia menanti sampai Kiamat.

Mungkin Untaian kalimat ini bisa mewakili (Alm) ALVI SYAHRI 18 th. yang mengikat Janji Setia sampai mati. Bukan Cinta biasa, Cintanya bukan pada gadis jelita, bukan pada artis idola namun Cintanya itu kepada Al- Qur'an yang Mulia. Dia sudah hafal 30 juz sebagai Bukti Cintanya.
Malam itu Sabtu 28 Agt 2010 dengan temannya ( Alm) Yuliansyah - hafal 20 juz dan ( Alm) Toyib - hafal 10 juz memenuhi Undangan Khatam Al Qur'an. Mereka menaiki getek / prahu kecil menuju sebuah Mushala tempat acara itu bersama 18 santri lainnya. Selesai acara para santri kembali dengan menaiki getek menyeberang sungai Musi. Ketika hampir sampai seberang -+ 20 m lagi banyak santri yang hendak mengambil sandal yang tadi di taruh di bagian depan getek, menyebabkan getek tidak seimbang berat ke depan dan terbalik, suasana jadi kacau &  panik, yang pandai berenang berhasil selamat. Namun na'as Alvi, Yuliansyah dan Toyib tidak pandai berenang. Pencarian melibatkan instansi dari Polisi air, Dishub, pihak kelurahan dan kecamatan belum berhasil menemukannya, hingga 3 hari pencarian terus dilakukan. Yuliansyah & Toyib akhirnya ditemukan di bagian lain sungai itu yang berbeda jam 7 pagi. Dan Alvi ditemukan di tempat lain yang berbeda.
Evakuasi sempat membuat kaget masyarakat dan keluarga karena Alvi ditemukan dalam posisi mendekap Al- Qur'an di dadanya. Al Qur'an itu sulit untuk dilepaskan, sampai datang ibunda Alvi yang berujar: "Ibu Ikhlas nak...ibu Ridho... Sampaikan Salam Ibu kepada Baginda Rosulullah. Semoga Ibu kelak bertemu dengan Baginda di Surga. Sekarang lepaskan Mushaf ini agar kami mudah mengurusmu..." selesai bicara kepada jenazah Alvi, .....ibunya bisa melepas Mushaf Al Qur'an tsb. Ketiga jenazah sama sekali tidak rusak, tidak bengkak dan tidak berbau busuk. Seperti orang yang baru selesai mandi, wajahnya bersih dan tersungging senyum. Yang paling menakjubkan adalah dari jenazah Alvi tercium aroma wangi..Subhanallah..... Demikianlah Cinta Alvi kepada Al Qur'an sampai di bawa mati. Cinta yang akan memberikan ibunya sebuah Istana di Surga. Cinta yang akan mengantarkannya pula sampai ke Surga. InsyaAllah...

TERNYATA HIDUPKU CERMINAN DARI SHOLATKU





📖 Barangsiapa terbiasa menunda sholat, maka ia harus siap tertunda dalam segala urusan kehidupannya :
pernikahan...,
pekerjaan...,
keturunan..., kesehatan...,
kemapanan...,
petunjuk dan lain-lain...

Hasan al-Bashri berkata :

أَيُّ شَيْءٍ يَعِزُّ عَلَيْكَ مِنْ دِينِكَ إِذَا هَانَتْ عَلَيْكَ صَلَاتُكَ وَأَنت أول مَا تسْأَل عَنْهَا يَوْم الْقِيَامَة

"Apa yang berharga dari agamamu, jika sholatmu saja tidak berharga bagimu...? Padahal pertanyaan pertama yang akan ditanyakan kepadamu pada hari kiamat adalah tentang sholat"

📖 Seperti apa kamu mampu memperbaiki sholatmu, seperti itulah kamu akan mampu mem-perbaiki hidupmu...

📖 Tidakkah kamu tahu bahwa sholat itu bergandengan dengan kesuksesan...?

"Hayya 'alas sholah... hayya 'alal falaah..." artinya : "Marilah melakukan sholat, marilah meraih kesuksesan"

📖 Bagaimana mungkin kamu minta kesuksesan kepada Allah, sedangkan kamu tidak menunaikan hakNya...?

استغفرالله العظيم

📖 Yaa Allaah, jadikanlah kami termasuk orang yang mendirikan sholat tepat pada waktunya. Semoga kita selalu mendapat Ridho dan Pertolongan-Nya...aamiin Aamiin Allaahummaa aamiin                       
                   

Menangis Karena Tidak Bisa Menangis ketika Membaca Ayat Al-Qur’an




Betapa menghafal Al-Qur’an membuat kesan yang mendalam bagi orang-orang yang dibukakan oleh Allah Subhanahu Wata’ala untuk mengerti isi kandungannya melalui wasilah mendengarkan penjelasan guru ataupun karena menghafalkannya kemudian mengulang bacaannya sehingga berkesan dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari penghafalnya.
“..dan bahawasanya Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.”  (An-Najm : 43)
Menurut Ibnu Qayyim terdapat 10 Jenis Tangisan :
Menangis kerana kasih sayang & kelembutan hati.
Menangis kerana rasa takut.
Menangis kerana cinta.
Menangis kerana gembira.
Menangis kerana menghadapi penderitaan.
Menangis kerana terlalu sedih.
Menangis kerana terasa hina dan lemah.
Menangis untuk mendapat belas kasihan orang.
Menangis kerana mengikut-ikut orang menangis.
Menangis orang munafik yaitu pura-pura menangis.
Mari belajar dari tangisan Rasulullah, Shahabat, Tabi’in ketika mereka membaca Al-Qur’an. Dengan meneladani mereka ketika menghafal Al-Qur’an maka akan terasa betapa nikmatnya menghafal Al-Qur’an. Benar-benar menjadi penghilang penyakit pikiran berupa stres, frustrasi, cemas, gelisah dan sejenisnya. Bahkan Al-Qur’an juga akan menjadi penyakit hati dari bahaya riya, sum’ah, ujub, takabbur, hasad, bakhil dan sebagainya.
Orang-orang yang mengikuti petunjuk Allah Subhanahu Wata’ala yang tertuang di dalam kitab suci-Nya maka tidak akan ada rasa sedih, khawatir dan tidak pula rasa takut.
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman.
فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Artinya: “….. maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka besedih hati”. (QS. Al-Baqarah: 38)
Penulis mendengar penyampaian ilmu ini dari guru tahfizh sewaktu kultum menjelang setoran hafalan Al-Qur’an. Beliau mulai bercerita dan ceritanya persis sama dengan isi buku Karya Muhammad Syauman berjudul Nikmatnya Menangis bersama Al-Qur’an.
Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, menuturkan, “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “ Bacakan (Al-Qur’an) untukku!..” Aku pun bertanya, “Saya membacakan (Al-Qur’an) untuk Anda?” Beliau menjawab, “Aku ingin mendengarnya dari selain diriku.” maka ku bacalah surah An-Nisa, sehingga ketika sampai pada ayat:
فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاءِ شَهِيدًا
Artinya: “Maka bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu. (QS. An-Nisa: 41)
Beliau berkata, “Cukup!” (dalam riwayat lain berbunyi, “Hentikan bacaanmu.” Ku lihat kedua mata beliau melehkan air mata.
lbnu Bathal berkata, ”Nabi menangis saat dibacakan ayat ini karena beliau membayangkan kengerian hari Kiamat dan beratnya keadaan yang mengharuskan beliau bersaksi atas umat bahwa mereka benar-benar umat beliau. Juga, bahwa beliau akan memintakan syafaat bagi semua yang menunggu (Pengadilan Allah). Semua ini layak untuk membuat tangis beliau berkepanjangan.”
Al-Hafizh llbnu Hajar berpendapat, “Yang jelas, beliau menangis karena beliau mengasihi umatnya.
Beliau tahu bahwa beliau harus bersaksi atas semua amal mereka, padahal terkadang amal mereka tidak lurus; dan itu akan mengantarkan mereka kepada siksa. Wallahu a’lam.
Al-Maraghi menulis, “Lihatlah bagaimana sang saksi agung (Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam) merenungkan kesaksian ini, lantas dia menangis lantaran mengingat hari itu!
Maka apakah kita juga merenungkannya seperti dia? Apakah kita juga bersiap-siap menghadapi kengerian hari itu dengan mengikuti sunahnya dan bersungguh-sungguh menjauhi segala hal yang dilarangnya?…
Bersambung… berikutnya Insyaa Allah tangisan shahabat…, Tabi’in dan umat Islam masa kini.
Mulai sekarang bacalah beberapa ayat, renungi tadabbur maknanya dengan melihat terjemah kemenag dan terjemah per kata. Jika ada hal yang belum paham maka tanyakanlah kepada orang yang mengetahui maknanya yaitu para ulama yang mendalami bidang Al-Qur’an.
Saat membaca Al-Qur’an dijiwai sepenuh hati maka akan sangat terasa kenikmatannya yang luar biasa dan efeknya yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang mencobanya.
Jika belum mampu menangis ketika membaca Al-Qur’an maka menangislah ketika membacanya karena merasa tidak bisa menangis. Tentu dalam hal ini berbeda halnya dengan pura-pura menangis, meskipun ada sebagian ulama menganjurkan pura-pura menangis ketika membaca ayat tentang azab Allah karena berlatih takut dengan azab dan peringatan dari Al-Qur’an. Dengan suara murattal yang indah dan sedih tentu akan sangat nikmat, pikiran dan hati terasa plong dan semakin optimis menjalani kehidupan dunia untuk bekal akhirat.
Semoga Allah memberikan hidayah taufiq kepada kita semua, Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.                       
[09:39, 3/4/2017] +62 858-5576-3360: MERENUNGI KEHADIRAN SANG RAJA

Siapapun bisa jadi akan bangga saat melihat Sang Raja dari dekat, berjabat tangan, bisa melihat senyumnya. Ekspresi kebahagiaan dan suka cita menyambut kehadirannya, Ingin terus berlama-lama berdiri sebagai penghormatan untuknya.
.
Namun pernahkah kita sadari saat kita sedang membaca sholawat, saat kita berada di satu majelis yang membaca maulid Nabi, ketika berada di bacaan Mahalul Qiyam (saatnya berdiri).
Siapakah yang akan hadir kala itu ?
Bagaimanakah ekspresi kita saat itu ?
Kebahagiaan apakah yang bisa kita rasakan?
Mampukah kita bisa lebih bahagia dari kebahagiaan kita saat ini?
.
Duhai, Betapa kotornya hati ini.
Seseorang itu yang tak pernah terlelap matanya kecuali memikirkan kita, seseorang yang telah mengorbankan seganap jiwa dan hartanya hanya untuk kebahagiaan kita, seseorang yang bahkan menjelang ajalnya yang difikirkan hanya nasib kita; "ummati..ummati..." ummatku bagaimana kelak..?
.
Beliau adalah Rasul kita, Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam yang lebih pantas mendapatkan keagungan dan kemuliaan lebih dari manusia manapun.
.
Saudara-saudariku,
Bila kebahagiaanmu hari ini adalah kebahagiaan yang tinggi, Maka spesialkan kebahagiaan tertinggi untuk Nabi-mu. Bila memandangnya kamu bahagia, maka jauh lebih bahagia lagi ketika kita bisa melihat nabi dan nabi pun memandang kita.
.
Bila kita seantusias sekarang, Maka jangan kalah antusias untuk menyambut Nabi harus jauh lebih bahagia dari itu.
.
Tak dapat kita bohongi, terkadang kita lebih bahagia padahal ada yang bisa membuat kita bahagia dunia akhirat. Kadang kita melihat yang baik-baik padahal disana ada manusia yang terbaik hingga akhir zaman.
.
Semoga ini bisa menjadi bahan renungan, khusus untuk saya, anda dan kita semua.
Karena setiap bacaan sholawatmu, beliau langsung menjawabnya. Oleh sebab itu, perbanyaklah bersholawat, khidmatlah ketika pembacaan maulid, agungkanlah kemuliaan itu sebagaimana Allah juga memuliakan kekasih-NYA.

" Dekatnya posisi seorang hamba pada Sang Nabi tergantung bagaimana dia menambatkan hatinya kepada Rasulullah "

Semoga shalawat dan salam tercurahkan selalu kepadamu, duhai kekasih Allah.

Shollu 'alan Nabiy....                        
[05:14, 3/6/2017] +62 858-5576-3360: cara menghancurkan anak paling mudah adalah dengan memanjakannya | memudahkannya dalam semua hal, menyediakan baginya semuanya

mungkin orangtua berpikir "dulu aku boleh susah, anakku jangan sampai sama" | jarang orangtua memahami, proses itu yang utama, bukan hasil

padahal susah itu yang membentuk seseorang, yang membuatnya tahan | sementara kemudahan yang datang sebelum waktunya itu merusak

apalagi kemudahan yang datang tanpa proses yang benar | akan jadi alasan, untuk tidak berjuang, untuk tidak berpayah dalam sesuatu

dan anak-anak kita berubah, jadi manusia yang tak kenal nikmat sejati | yaitu bahagia yang didapat setelah bersusah payah, melebihi batas

dan orangtua sering lupa, bahwa kesulitanlah yang membentuk mereka | bukan dimanja senantiasa, bukan dituruti segala maunya

ajarkan anak-anak kita untuk terbiasa dengan kehidupan | bimbing mereka menjalani prosesnya bukan hasilnya

bahwa tak semua yang mereka inginkan bisa mereka dapatkan | bahwa tak semua kondisi ideal, mereka harus terbiasa diakhirat.

agar mereka mampu berkarya dalam keterbatasan | bersabar saat penantian dan bersyukur saat memiliki

yang terpenting, agar mereka memahami dunia ini bukan tujuan | tapi merekalah yang harus kendalikan dunia agar jadi bekal akhirat.

SYAIR INDAH IMAM AS-SYAFI'IE RA.





إذا نطق السفيه وتجيبه ¤ فخير من إجابته السكوت
فإن كلّمته فرّجت عنه    ¤   وإن خليتَه كمداً  يموت

قالوا سكتَّ وقد خوصمت قلت لهم
إنّ الجواب لباب الشرّ مفتاح
والصمت عن جاهل أحمق شرف
وفيه أيضا لصون العرض إصلاح
أما ترى الأسد يخشى وهى صامتة
والكلب يخسى لعمرى وهو نبّاح

Artinya :

"Apabila orang dungu mengajakmu bicara (berdiskusi, Pen.) maka sikap terbaik adalah DIAM tak usah menanggapinya...

Jika kau menanggapinya, maka kau akan susah sendiri. Dan Jika kau mengabaikannya, mak ia akan binasa dg sendirinya.

Jika mereka bertanya : "Jika ditantang oleh musuh, apakah kau juga akan diam ?" Maka akan ku jawab, "untuk menangkal suatu kejahatan harus tau kuncinya.."

Sikap diam terhadap orang bodoh adalah suatu KEMULYAAN. Begitu juga diam untuk menjaga kehormatan akan membawa suatu kebaikan.

Apakah kau tidak melihat bahwa seekor singa ditakuti karena ia pendiam. Sedangkan anjing dijadikan permainan karena ia suka menggonggong ?"

________

Kesimpulannya :

» Jika orang bodoh berbicara, maka yg pintar2 hendaknya diam saja.

» Jika orang bodoh mengajak berdebat pada orang yg pintar, maka lebih terhormat orang yg pintar mengabaikannya saja.

» Jika orang pintar mengikuti fatwa2 orang yg bodoh, atau menasihatinya, atau melayani diskusi2nya, maka kemungkinan besar orang yg pintar akan dibingungkan hati dan pemahamannya.

» Bagi para bijak bestari, "Diam" lebih terhormat dan lebih membawa pada kebaikan daripada melayani pembicaraan orang2 yg bodoh.                       

WANITA NAKAL YANG MENGGODA USTADZ




(Kisah nyata)

Didalam sebuah mobil bersama Ustadz KH. Ali Yahya Lasem, beliau bercerita kepada saya..

Pada suatu hari, ketika beliau mau berceramah (Ngisi pengajian) di Jepara, tiba2 dalam perjalanan (pas berhenti di lampu merah) mobil beliau dihadang seorang cewek cantik dan sexy...
Maklumlah waktu itu beliau  duduk didepan disamping sopir, melepaskan kopyah dan serbannya. Dan karena Ustadz KH. Ali Yahya Lasem itu seperti seorang bule (mirip orang Australia),  mungkin cewek jalanan tersebut mengira bahwa beliau adalah seorang turis manca negara yg banyak duwit, he he....

Cwk : "Malam om.."(wiih.. yai dipanggil om)

Kyai : "Malam.."

Cwk : "Ikutan dong om.. boleh ya.."

Kyai : "Oo boleh boleh.. silahkan masuk.."
(Cewek bergegas masuk mobil..)

Cwk : "Om mau kemana..? butuh aku nggak..? aku temenin ampei pagi ya om..?"
(cewek merayu yai.. wk kk kk)

Kyai : "Oo ini lho mau ngaji di Jepara..
Nggak apa2 silahkan ikut saja"
(sambil pake lagi kopyah & sorbannya)

Cwk : "Oo, jadi bapak ini kyai to?" (tadi dipanggil om, skrg panggil yai, he..he..)
"maaf yai saya bener2 ngggak tau, skali lg maaf.."
(dgn ekspresi tegang & ketakutan)

Kyai : "Oo, nggak apa2.. santai saja mbak..
Sekali-kali ikut pengajian bagus itu.."
Cwk : "Nggak usah Yai, saya turun disini saja"

Kyai : "Nggak bisa, pokoknya hrs ikut. Tadi
kan sampeyan bilang mau ikut, jadi ya harus ikut.."

Cwk : "Tapi kan saya nggak pake jilbab yai.."

Kyai : "Gampang.. nanti tak pinjamkan jama'ah"
(Untung si cewek pake rok sopan)

Cwk : "Tapi saya malu yai.."

Kyai : "Loh, sampeyan jadi pelacur nggak malu...kok pengajian malah malu, piye to..?

Cwk : "Gimana ni yai.." (semakin salah tingkah)
"Saya takut yai.."
 (tadi malu skrg takut ....wk kk kk..)

Kyai : "Sudahlah... santai saja.."

Setelah sampai di tempat pengajian, yai langsung pinjam jilbab sama ibu² jama'ah ..

Kyai : "Maaf bu.. bisa pinjam jilbab..? ini lho bu Nyai lupa bawa jilbab"
(ha ha ha, masak bu nyai lupa jilbab)

Ibu² : (Sambil dikit agak bingung ibu² jawab)
"Oo bisa Yai.. bentar saya ambilkan.."

Setelah pake jilbab, bu Nyai cewek langsung turun dari mobil, he he..  Dan begitu turun dari mobil, masya Allah... bu nyai cewek langsung di serbu sama ibu² untuk bergantian cium tangan bu nyai cewek.. (ngalap berkah kali yee... he he..).

Mendapat penghormatan seperti itu seketika wajah bu nyai cewek langsung pucat, lisannya kelu diam sejuta bahasa dan tubuhnya pun serasa kiyu.. Ia begitu merasa terhormat dipersilahkan masuk lalu dijamu dan dilayani dgn sebaik baiknya selayaknya Bu Nyai sungguhan..
Setelah pengajian selesai, jamuan daharan dihidangkan (tempat hanya terpisah kiri dan kanan dgn tempat kyai, jadi masih tetep terlihat)..
Dan sebelum acara makan² dimulai (di tempat jamuan bu nyai cewek) para ibu² jama'ah memohon berkah do'a dari bu nyai cewek..

Allahu Akbar..!! Bagaikan disambar petir saat ia dimintai berkah doa.. Untung masih hafal ROBBANA ATINA.. he he..

Seperti saat baru datang, bu nyai cewek kembali di kerumuni ibu² untuk bergantian cium tangan ketika berpamitan hendak pulang, sambil diantar bareng² ke mobil... (welehhh.. cik mulyone dadi bu nyai dadakan, he he he..)

Di dalam mobil (pulang) bu nyai cewek menangis sejadi jadinya, kayak orang yg baru terkena musibah besar..
Setelah agak reda nangisnya, Kyai mulai memberi nasehat..

"Apakah sampeyan tidak melihat dan berfikir, tentang bagaimana cara orang2 tadi memperlakukanmu, menghormatimu, mengerumunimu, mengantarkanmu dan mereka juga rela antri hanya untuk dapat menciumi tanganmu satu demi satu, bahkan meminta berkah doa darimu.. Padahal sebenarnya kamu itu siapa..??? Orang yg tidak lebih mahal dari harga sayuran kangkung, bayam, terong dan lain sebagainya.." (bu nyai cewek kembali menangis, tetapi yai tetep melanjutkan nasehatnya).

"Ketika sampeyan menjual sayuran kangkung, bayam dan terong, sampeyan masih memiliki harga diri tetapi ketika sampeyan menjual diri, sampeyan sudah tidak lagi memiliki harga dihadapan Allah Swt. Hari ini sampeyan mendapatkan pelajaran hidup & nasehat terbesar dalam hidup sampeyan, maka segeralah bertaubat dan memohon ampun kepada Allah Swt. Jangan sampai nyawa merenggut sebelum sampeyan bertaubat.."

Setelah mendengar nasehat yai, bu nyai cewek akhirnya berbicara walaupun masih sambil terisak..

"Terimakasih yai atas nasehatnya.. Dan berkah dari kejadian ini, mulai saat ini saya bertaubat dan akan berhenti dari pekerjaan laknat ini.. sekali lagi terima kasih yai.."

Alhamdulillah...Berkah tindakan bijaksana seorang kyai, bisa menyentuh hati seorang pelacur hingga bertaubat. Padahal 4 jam yang lalu, dia masih bergelimang dengan dosa.

Subhanalloh.....

Allah Swt Maha Pemberi hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya dengan cara yang sangat tidak diduga